Thursday, 24 September 2020

Diary of Belajar Bahasa Jepang (Plus Tips Untuk Pemula)

Hai sahabat blogger sepermainan~ Hari ini Lianty mau cerita-cerita tentang Lianty yang mencoba belajar bahasa Jepang nih ^^. Plus cara-cara belajar yang mungkin juga bisa jadi tips bagi sahabat blogger yang berniat mempelajari bahasa Jepang tapi tidak tahu harus mulai dari mana.
 
Kalau dihitung-hitung, mungkin sudah ada sekitar tiga bulan lamanya Lianty belajar bahasa Jepang. Namun tidak rutin dan tidak tentu. Lianty hanya belajar disaat mood Lianty sedang baik. Kadang jika merasa bosan, Lianty kembali belajar bahasa Inggris dan melakukan kegiatan lain. Tapi walau demikian, Lianty tetap berlatih membaca hiragana-katakana dari postingan-postingan yang lewat di timeline twitter setiap harinya.


Alasan belajar bahasa Jepang

Sebenarnya Lianty tidak punya alasan khusus. Waktu itu Lianty hanya merasa bosan karena tidak punya kegiatan selama pandemi dan Lianty pun memutuskan untuk mempelajari bahasa asing selain bahasa Inggris. Dan akhirnya Lianty memilih bahasa Jepang karena bahasa inilah yang paling dekat nomor dua dalam kehidupan Lianty mengingat Lianty suka menonton 'anime' dan 'jmovie'. Kemudian dari sana muncul lah alasan-alasan lain yang menguatkan niat Lianty, seperti ingin mengerti arti dari lagu-lagu Jepang yang sering Lianty dengarkan tanpa melihat terjemahannya, ingin bisa membaca manga Jepang tanpa menunggu lama translatornya, hingga ingin bisa berbicara dalam bahasa Jepang.

Jujur selama tiga bulan (tidak penuh) belajar bahasa Jepang, Lianty belum bisa berbicara. Namun Lianty dapat mengerti 70% anime/jmovie tanpa melihat subtitlenya dan dapat mengerti 40% manga berbahasa Jepang yang belum diterjemahkan (tergantung genre dan istilah-istilah asing dalam manganya)
 

Caraku belajar bahasa Jepang

Lianty pertama kali menghapal hiragana dan katakana menggunakan aplikasi duolingo yang dapat diunduh secara bebas di playstore:

 
Karena konsep belajarnya seperti kuis dan main game, Lianty jadi lebih mudah mengingat hiragana-katakana berkat aplikasi duolingo ini, dari pada mencoba menulis berkali-kali di buku sampai ingat. Setelah berhasil menghapal bentuk karakternya, barulah Lianty coba menuliskannya. 
 
Hanya memakan waktu 3 hari bagi Lianty untuk menghapal hiragana. Namun Lianty memerlukan waktu satu minggu untuk menghapal katakana karena huruf-huruf hiragana yang telah melekat dikepala Lianty sehingga agak sulit untuk memasukkan karakter-karakter baru.
 
Setelah berhasil menghapal hiragana maupun katakana, Lianty selalu meminta bantuan teman Lianty untuk mengetes kemampuan daya ingat Lianty terhadap karakter hiragana-katakana dengan cara ujian. Teman Lianty akan mencari tulisan hiragana-katakana beserta romajinya di mesin pencari dan mengejanya. Selanjutnya Lianty lah yang harus menuliskan hiragana-katakana dari kata yang dieja oleh teman Lianty.

Lembar tes hiragana
 


Kemudian setelah berhasil menghapal seluruh karakter hiragana-katakana, Lianty menempelkan kertas semacam ini di dinding dekat tempat tidur Lianty. Lianty menempelkan ini di dinding kamar rumah dan kamar kosan. Gunanya adalah agar selalu terlihat sebelum tidur dan menghindari lupa. 


 
Naik satu tingkat, saatnya kita mulai belajar tata bahasa. Banyak sekali macam buku pembelajaran bahasa Jepang yang bisa sahabat blogger temukan di online shop. Di sini Lianty menggunakan buku Minna No Nihongo karena buku ini cukup populer dan banyak pemakainya. Lianty juga banyak mendengar jika buku ini bagus dan cukup membantu. Untuk dua buku N5 dibelakang foto tersebut belum Lianty gunakan sama sekali, tapi mungkin akan segera Lianty pakai.

Kemudian tak sampai di situ. Lianty juga berusaha mencari channel youtube yang dapat membantu pembelajaran Lianty. Jadi semacam tutor online gratis. 
Dan dua channel youtube ini adalah favorit Lianty :
 
Nihongoal : (Jika sahabat blogger belajar menggunakan buku Minna no Nihongo, channel ini sangat membantu karena materinya sesuai dengan isi buku tersebut.)
 

 

Sambon Juku : Channel ini dikelola oleh native speaker Jepang. Materinya beragam dan sangat membantu sekali. Cocok untuk sahabat blogger yang ingin terbiasa mendengarkan orang berbahasa Jepang langsung.



Dan yang paling penting, jangan lupa untuk mencatat apa yang telah sahabat blogger pelajari ^^

 
catatan Lianty


Selain mencatat, Lianty juga menghapal beberapa kosakata baru yang terdapat dalam buku Minna No Nihongo. Lianty tuliskan dalam lembaran-lembaran kecil kemudian disatukan menjadi sebuah flashcard. Lianty baru pertama kali mencoba metode seperti ini dan ternyata jauh lebih efektif dari pada harus menghapal kosakata yang kita tulis di catatan.
 
 
Cara membuatnya cukup dengan mengunting kertas hingga berukuran kecil sebanyak yang diperlukan. Tulis kosakata bahasa Jepangnya di bagian depan dan tulis artinya di bagian belakang. Lubangi dan kemudian sematkan dalam ring atau benda apa pun yang berbentuk bulat. Di sini Lianty menggunakan ring bekas gantungan kunci.
 
 
Tetap belajar walau bosan
 
Saat bosan belajar menggunakan buku pelajaran atau menonton video di youtube, Lianty biasanya belajar dengan tiga cara menyenangkan ini :

1. Membaca komik berbahasa Jepang (Manga)

 
Lianty memanfaatkan manga dan light novel berbahasa Jepang yang Lianty punya untuk belajar disaat bosan. Jujur Lianty lebih senang membaca manga dari pada light novel karena bergambar dan lebih mudah dimengerti. Hahahaha... Tata bahasa manga juga lebih sederhana dan mudah dipahami karena memuat banyak ilustrasi. Cocok untuk pemula. Sedangkan light novel lebih cocok untuk level menengah ke atas.

 
 
2. Mendengarkan lagu di spotify


Sekarang aplikasi spotify sudah menyediakan lirik disetiap lagunya. Lianty sering mendengarkan lagu Jepang sembari mengikuti liriknya di sana. Lebih mantap lagi jika kita sudah hapal lirik lagunya dari awal, jadi langsung bisa tahu cara membaca karakter-karakter kanji yang terdapat dalam lirik lagu tersebut.


3. Menonton J-Movie

Menonton adalah metode yang sangat efektif bagi Lianty dan mungkin juga bagi sahabat blogger. Tapi... Lianty sarankan untuk tidak memilih anime sebagai tontonan kalian jika ingin belajar bahasa Jepang. Pilihlah Jdorama atau Jmovie. Kenapa? Entahlah, Lianty juga tidak bisa menjelaskannya, tapi efek yang Lianty rasakan saat menonton anime dan jmovie sangat jelas berbeda. Lianty jauh lebih mengerti bahasa yang diucapkan oleh aktor-aktor Jepang dalam jmovie dan jdrama dari pada karakter-karakter dalam anime. 

Tebakan Lianty mungkin karena nada, logat, dan kosakata yang berbeda. Apalagi jika animenya bergenre aksi dan fantasi, mungkin sahabat blogger akan banyak mendengar istilah-istilah asing yang sebenarnya tidak terlalu berguna dalam pembelajaran sahabat blogger. 

Maka carilah jmovie atau jdorama yang sahabat blogger suka. Tonton dan rewatch. Tonton pertama menggunakan subtitle kemudian rewatch tanpa subtitle. Lianty jamin pasti banyak kosakata dan frasa baru yang akan sahabat blogger ingat ;)

Untuk mencari list jmovie/dorama yang sesuai dengan genre sahabat blogger, bisa mampir ke situs mydramalist untuk melihat reviewnya juga.
 .
 .
 
Yap, sampai di sini dulu cerita Lianty hari ini. Semoga bermanfaat untuk sahabat blogger dan sampai jumpa ^^
 
-Lianty Putri- 
 

Wednesday, 16 September 2020

[Cuap-review] Album Stray Kids TOP Japan ver. (Anime Edition)

Hai sahabat blogger sepermainan~
Lianty kembali membawa review album setelah sekian lama gak pernah beli dan ngereview album lagi nih. Hehehehe...

Kali ini Lianty membawa album Stray Kids TOP Japan ver. tepatnya edisi Anime.
Yup! Siapa sih yang musim lalu gak nonton TOG alias Tower Of God yang merupakan anime adaptasi dari Webtoon Korea. Kalau sahabat blogger belum nonton, yuk nonton sekarang! Dijamin seru ><

Album ini merupakan CD soundtrack Opening dan Ending dari seri anime Tower Of God yang diisi oleh boyband asal Korea Selatan yaitu Stray Kids.

Tampak depan

Tampak belakang (tracklist)

Kalau boleh jujur, sebenarnya Lianty bukan penggemar Stray Kids. Lianty sudah pernah tahu Stray Kids sebelumnya, tapi tidak pernah sekalipun mencoba mendengarkan lagu mereka. TOP adalah lagu pertama Stray Kids yang Lianty dengarkan. Dan alasan Lianty membeli album ini adalah untuk mendukung seri animenya. Karena Lianty suka! dan ingin animenya berlanjut ke season 2 >_<

Tapi baru-baru ini Lianty coba kepoin beberapa penyanyi K-pop yang belum pernah Lianty dengarkan lagunya seperti Day6 dan beberapa grup rookie lainnya. Lianty juga gak lupa untuk kepoin Stray Kids! Dan Lianty suka banget sama lagu mereka yang berjudul God's Menu! >< Suara mereka unik-unik banget ya :D

Isi - CDnya

Seperti yang Lianty katakan sebelumnya, album ini memuat lagu opening dan ending dari anime Tower Of God. Sahabat blogger bisa coba dengarkan di sini :



Lianty juga dapat photocard

Di bagian sampulnya terdapat foto serta lirik-lirik dari tracklistnya :



Karena lagunya bagus plus cover albumnya yang menawan, album ini cocok untuk dikoleksi.
.

Yap, cukup sampai di sini dulu review album Lianty kali ini ya sahabat blogger~
Sampai jumpa di postingan-postingan selanjutnya dan salam manis ^^

-Lianty Putri-

Wednesday, 2 September 2020

Origami Hiasan Dinding Sunflower *

Hai sahabat blogger sepermainan~~
Hari ini Lianty kembali membawa postingan handmade~!
Sudah lama Lianty gak nyoba bikin origami hiasan dinding seperti ini lagi.
Kemarin karena bosan di kosan, Lianty pun memutuskan untuk mencoba tutorial origami dari channel Youtube favorit Lianty. Dan seperti ini lah hasilnya ^.^


Huhuhu... bagus T^T
Sayangnya Lianty gak punya double tape untuk nempelin ini ke dinding kosan Lianty T^T


Sebelum Lianty tempel ke bingkai


Buat sahabat blogger yang ingin mencoba, ini tutorial sunflowernya ya :




Tutorial bingkainya :

 



Yang ini orang-orangannya :


Sebagai tips, Lianty nempelin origami-origami itu ke bingkainya pakai lem putih PVAc (merek Fox).
Lemnya ampuh banget, fufufu XD

Hem... next time bikin apa lagi ya?

-Lianty Putri-

Monday, 17 August 2020

Jalan-jalan ke Paropo Silalahi - Danau Toba πŸ”️

Hai sahabat blogger sepermainan~ Tanggal 8 Agustus yang lalu, Lianty bersama kedua orang tua Lianty beserta rombongan becak lainnya pergi ke sebuah daerah bernama Paropo di Kabupaten Silalahi.

Dari sekian banyak tempat, Paropo adalah salah satu tempat yang bagus dan ideal untuk menikmati indahnya pemandangan Danau Toba.


Kami berangkat pukul 10 pagi dari kota Lianty (Tebing Tinggi) bersama rombongan becak lainnya.
Rombongan becak ini bernama COBRA alias Comunity Becak Racing. Dan yang ikut dalam perjalan ini ada sebanyak tujuh belas becak. Ramai kan? ><

Banyak sekali pengalaman menyenangkan dan menegangkan selama perjalanan. Dan semuanya akan Lianty ceritakan di sini :D

Lianty membawa Hanako
Perjalanan kami memakan waktu yang cukup panjang. Kami berangkat pukul 10 pagi dan baru sampai di sana pukul 7 malam. Lama banget kan? 
Penyebab lamanya waktu perjalanan bukan hanya karena jarak, tetapi juga karena seringnya kami berhenti untuk istirahat.

Hanako di bawah pohon (tempat kami makan siang)

Kami berhenti untuk menunggu rombongan lain yang tertinggal di belakang, berhenti untuk makan siang, bahkan berhenti untuk menunggu salah satu becak dalam rombongan yang bermasalah dengan bannya (bannya pecah di tengah perjalanan.)


Setelah melewati Kota Pematang Siantar, suhu udara mulai turun hingga membuat Lianty harus mengenakan jaket.

Sepanjang perjalanan, mata kami dimanjakan oleh pemandangan perbukitan dan perkebunan milik warga lokal.





Memasuki area, kami berhenti di pintu masuk tempat kami harus membayar biaya. Dan di sini lah ketengan dimulai.

Kami harus turun ke bawah untuk sampai ke tempat tujuan. Kami turun beriringan tapi tetap berjarak secara perlahan. Sekarang kami sudah bisa menikmati sedikit pemandangan danau toba yang terhampar di bawah.

Namun semuanya tak menyangka jika penurunannya akan securam ini. 

Bagi pengendara mobil atau sepeda motor, mungkin penurunan ini adalah hal yang mudah untuk dilewati. Tapi tidak bagi kami pengendara becak.

Becak kota kami, Tebing Tinggi terkenal dengan gandengannya yang besar dan berat sehingga membuat kami kesulitan untuk turun ke bawah.

Saat di tengah penurunan, Lianty kaget ketika ayah tiba-tiba membelokkan setirnya ke tepi jalan yang penuh semak hingga bannya hampir jatuh ke parit. Lianty teriak kebingungan namun hanya dijawab "Pegangan!" Oleh mamak.

Setelah becaknya berhenti, barulah ayah Lianty menjelaskan dengan wajah kelelahannya. "Remnya blong." Ujar ayah Lianty dan seketika membuat Lianty bergumam 'bodohnya aku gak peka.'

"Ya Allah..." Ayah dan mamak Lianty berulang kali menarik napas. Dan saat itu Lianty juga sadar dengan situasi menegangkan sekarang ini. Rem kami blong, sekarang di tengah penurunan bukit, sebelah kanan kami jurang. Apa yang bisa dibayangkan dari situasi tersebut? 


Becak lainnya yang berada di belakang menyusul dan beberapanya melakukan hal yang sama. Salah satunya berhenti jauh di depan kami karena kesulitan mengendalikan becaknya. Bahkan sebagiannya lagi masih berada di atas karena ketakutan. Yap, mereka lebih dulu menyadari bahwa ada yang salah dengan rem mereka.

Para pengemudi pun turun dan bercakap-cakap dengan nada tinggi. Mereka menyalahkan salah satu rombongan yang merekomendasikan tempat ini namun tak memikirkan risikonya.

Kira-kira seperti ini percakapan mereka :
"Blong ah remnya."
"Karena sangking panasnya, sampai habis karet remnya."
"Tadi aku siram berasap bah."

Dan beberapa istilah otomotif lainnya yang Lianty tidak mengerti.

Intinya semua mengalami hal yang sama.

Jadi bagaimana?

Kami berhenti cukup lama di sini karena tak tahu ingin berbuat apa. Kami sudah sampai sejauh ini, tak mungkin bagi kami untuk pulang. Hari juga sudah mulai sore. 
Lianty hanya bisa diam sambil menguping percakapan mereka.

foto diambil diam-diam

Setelah beristirahat dan berunding cukup lama, rombongan pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan namun lebih berhati-hati dan saling memperhatikan satu sama lain.

Waktu itu, entah ide dari mana Ayah Lianty mengambil setangkai kayu pohon liar dan memberikannya pada mamak Lianty untuk membantunya mengendalikan rem becak yang kami kendarai. Iya, pakai kayu. Menegangkan! Seru banget! Lianty disuruh pegangan seerat-seratnya karena takut remnya blong lagi. 

Tapi Alhamdulillah, kami berhasil turun dengan selamat.



awan di sana terasa sangat dekat

Semakin turun dan semakin turun, akhirnya kami berhasil sampai di Paropo tepat sebelum matahari tenggelam. Di sini kita bisa melihat tepian Danau Toba.

Danaunya dekat

sayangnya hari sudah mulai gelap
Appa, yip yip!
Setelah berhasil menemukan tempat untuk menginap, kami pun memarkirkan becak dan makan malam bersama.

Lianty menyesal lupa memotret pemandangan danau dan langit malam itu untuk menghemat daya hp. Kalau bisa Lianty deskripsikan, malam itu langitnya terang sekali. Bulannya tampak besar dan cantik dengan satu cahaya bintang dan awan-awan di sampingnya. Seperti lukisan!

Malamnya Lianty gak bisa tidur, begitu juga dengan yang lainnya. Kenapa?
Di sini anginnya kencang sekali! Seperti angin topan. Berisik dan mengganggu. Bagi orang yang tidak terbiasa seperti kami, akan sangat sulit untuk tidur di kondisi seperti ini. Rasanya rumah tempat kami menginap akan terbang diterpa angin.

Setelah melewati malam yang panjang dan meresahkan, akhirnya matahari terbit. Padahal Lianty gak bisa tidur, tapi tahu-tahu sudah pagi saja. Hahahaha...

9 Agustus 2020,
Berikut beberapa potret pemandangan matahari terbit yang sangat Lianty suka ><





cantik banget kan?
Foto di atas adalah pemandangan di depan tempat kami menginap.

tempat becak-becak diparpirkan
Ayah Lianty tidur di becak lho, xixixi...


Matahari semakin terang. Dan waktunya untuk bersenang-senang!

pasir di tepi danau




bukitnya cantik ><

foto oleh teman satu rombongan

Yap, bukit di belakang kami bernama Bukit Siattar Atas. Bukit ini bisa didaki dengan tangga seadanya. Namun karena Lianty takut ketinggian, jadi Lianty tidak ikut mendaki :"

Pemandangan ujung bukit dipotret dari bawah

Semuanya bersenang-senang. Ada yang pergi memancing, ada yang main air di danau, ada yang mendaki bukit, dan ada yang sibuk foto-foto (termasuk Lianty) fufufu...


Air danaunya tidak sedingin yang kami bayangkan. Airnya jernih dan bersih walau bebatuan di bawahnya berlumut.

Setelah puas bermain, akhirnya kami pulang.
Dadah Paropo~!! Sampai bertemu lagi~!! >_<

Foto di jalan pulang :


Mampir sebentar ke Tugu Silalahi

Kayak bukit Hollywood :V /plak




Perjalanan pulang kami juga tak kalah menegangkan! Kami harus mendaki naik satu persatu dengan becak yang berat ini. Tapi karena kami memilih jalan yang berbeda dari tempat awal kami datang, penaikannya tidak terlalu curam.

Singgah lagi untuk makan malam

Kami berangkat pulang pukul 2 sore dan baru sampai di rumah pukul 12 tengah malam!
Hahahaha... ayah Lianty bilang 'capek-capek di jalan'. Tapi asyik dan seru!!

Langit malam di sana masih indah dengan hamparan bintang. Sangat berbeda dengan langit malam kota Lianty yang hanya ada tiga sampai lima bintang atau bahkan tidak ada bintang sama sekali setiap malamnya.

Semoga kapan-kapan Lianty bisa singgah ke Paropo lagi, tapi tidak naik becak tentunya. Fufufufu...

Salam manis,
-Lianty Putri-